Latest Posts

Jun 21, 2014

Pandangan Pria dan Perangkap Setan

Pandangan Pria dan Perangkap Setan

Oleh: sucipto@rumahzakat.org || Blog: http://target-j08.blogspot.com Di penghujung zaman yang semakin sepi ini, perangkap-perangkap setan kian canggih dan modern. Ujian dan godaan para pengikut shirathal mustaqiim kian mengepung, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Harta, tahta, dan wanita adalah godaan yang mengggiurkan itu. Mungkin banyak diantara orang-orang shaleh atau para penggerak dakwah tidak bergeming dengan jebakan harta dan kekuasaan akan tetapi bisa jadi mereka tidak tahan dan akhirnya tergelincir dengan provokasi keindahan wanita atau pun sebaliknya. Maka bersyukurlah kaum Adam yang bisa lolos dari tiga jenis godaan yang mematikan ini. Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan ( ammaratun bissu’ ). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, term...


Kematian Hati

Kematian Hati

Oleh Ustadz Rahmat Abdullah rahimahullah. Ditulis ulang oleh Permana Pria Utama. Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Ia memperlakukan Tuhannya seperti penagih hutang yang kejam. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari masa jahiliyyah engkau disuruh berilmu dan tak ada izin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang Allah berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan Allah atasmu. Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, tetesan air wudlu di dingin malam, lapar perut karena puasa atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang. Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak a...


Jun 20, 2014

Benarkah Kita Beriman Pada Allah?

Benarkah Kita Beriman Pada Allah?

Oleh: Mustaqim Aziz Twitter: @mustaqimaziz2 Sebagai seorang Muslim, tentulah sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengikuti semua apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala, dan juga menjauhi apa-apa yang dilarang oleh-Nya. Inilah konsep keimanan yang kita yakini selama ini. Namun ternyata masih saja ada sebagian umat Islam yang tak mempedulikan perihal tersebut. Bukannya menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya, sebagian umat ini justru melakukan hal yang sebaliknya. Mengerjakan yang dilarang, dan menjauhi yang seharusnya dikerjakan. Tak sedikit juga yang melakukan hal tersebut karena “dipaksa” oleh keadaan. Sehingga mau tak mau, harus melakukan hal-hal yang dilarang oleh-Nya. Pada bulan Desember misalnya, banyak umat Islam yang dengan terpaksa ataupun suka rela, menggunakan atribut-atribut kaum Nasrani. Ini biasa terjadi dan dilakukan oleh beberapa Umat Islam yang statusnya adalah pekerja mall, restoran, perkantoran, ataupun tempat hiburan lainnya. Alih-alih tuntutan pekerjaan, me...


Isilah Waktu Kita Sehari-hari Dengan Hal-hal Bermanfaat

Isilah Waktu Kita Sehari-hari Dengan Hal-hal Bermanfaat

Oleh Bobby Herwibowo Apakah Anda pernah merasa jengkel terhadap rekanan atau bawahan yang tidak menyelesaikan pekerjaannya karena dalih sibuk banyak kerjaan?! Banyak orang yang beralasan bahwa ia memiliki setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan, namun saat ditanya out-put apa yang sudah ia lakukan, maka hasilnya pun nihil. Tidak sedikit Anda menjumpai dalam rutinitas harian sejumlah manusia yang mengaku sibuk namun hasil yang mereka keluarkan bukanlah hal bernilai. Betul mereka masuk kerja atau mengerjakan tugas, namun bila Anda menugaskan pekerjaan kepada mereka maka selalu saja telat karena alasan sibuk dengan pekerjaan yang tak terpegang. Lalu pertanyaan yang muncul adalah, “Apa benar ada manusia yang sibuk?!” Boleh jadi masalah sebenarnya yang dihadapi adalah bahwa orang-orang seperti itu tidak mau mengatur waktu yang mereka miliki seoptimal mungkin. Masing-masing manusia mendapatkan jatah waktu yang sama dari Allah S.w.t sebanyak 24 jam. Namun ada manusia yang mampu berbuat ban...


Jun 19, 2014

Tersembunyi dari Pengetahuan Manusia

Tersembunyi dari Pengetahuan Manusia

Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup. Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir. Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ‘kopi gula pasir’, melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti. Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan peranny...


Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa? Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut. “Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik", jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai beterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya. “Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya untuk menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. I...


Jun 18, 2014

Kenikmatan Semu yang Melalaikan

Kenikmatan Semu yang Melalaikan

Oleh: Mustaqim Aziz || Twitter: mustaqimaziz2 | | Facebook: moi_no_phobia@yahoo.com Kawan, dunia ini memang melenakan, banyak keindahan dan kenikmatan serta kesenangan yang ditawarkannya. Dunia menggoda siapa saja yang berada di dalamnya. Tak ayal, banyak dari kita yang terjerembab dalam kesenangan semu yang ditawarkan oleh dunia. Ketahuilah kawan, dunia ini ibarat air laut, semakin kau minum, maka akan semakin haus. Ya, semakin kita mengejar dunia, maka kita akan semakin terperdaya olehnya. Kawan, apa yang hendak kita kejar di kehidupan yang singkat ini? Apakah harta? Lihatlah Qarun, manusia yang paling kaya pada masanya, namun akhirnya dia terhinakan oleh kekayaannya sendiri. Ataukah jabatan? Ingatkah kalian dengan Fir’aun? Dia adalah manusia yang paling angkuh di dunia dan melampaui batas. Fir’aun adalah raja tersohor, bahkan dia tak segan mengakui dirinya sebagai tuhan yang berhak menetapkan hukum sesuai dengan kehendaknya. Namun kita sudah sama-sama mengetahui akhir kisahnya, bahw...


Orang-orang yang Menghiasi Kehidupan Kita

Orang-orang yang Menghiasi Kehidupan Kita

Pernahkah Anda memiliki seseorang yang memasuki kehidupan Anda dalam satu waktu yang ternyata dikemudian hari barulah kita mengerti mengapa seseorang tersebut hadir dalam kehidupan kita. Ketika merenungkan peristiwa kehidupan, Anda akan menemukan bahwa ternyata orang-orang yang hadir dalam kehidupan anda akan mempunyai arti dan tujuan dikemudian hari walau Anda tidak menyadari pada saat itu. Kadang-kadang orang itu hadir untuk menjadi teman dalam waktu kesulitan, atau guru ketika Anda membutuhkan bimbingan, atau bahkan menjadi musuh untuk mengajarkan pelajaran. Allah menempatkan orang-orang dalam kehidupan kita pada waktu tertentu sesuai dengan alasan tertentu, dan menghapus mereka dari kehidupan kita pada waktu tertentu. Pelajaran untuk mengambil dari hal ini adalah bahwa kita harus selalu bersyukur atas kehadiran semua orang dalam kehidupan kita, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan kita peroleh, atau manfaat dari orang itu … bahkan hal buruk sekalipun. Katakanlah “...


Bertaubatlah Sebelum Anda Meminta Kepada Allah

Bertaubatlah Sebelum Anda Meminta Kepada Allah

Aku melihat semua yang tidak pas dalam diriku. Aku melihatnya meminta banyak hal kepada Allah Azza wa Jalla, tapi lupa akan dosa-dosaku. Aku pun langsung menghardiknya,” Hai jiwa yang jahat, apakah makhluk sepertimu masih layak berbicara? Jika ia memang pantas berbicara, ia seyogyanya cuma membuka mulutnya untuk meminta maaf saja." "Kalau begitu, dari mana saya mesti meminta semua hal yang saya perlukan?” tanyanya padaku. Aku langsung memotong pembicaraannya, ”Aku tidak mencegahmu meminta apa-apa yang kamu butuhkan. Aku hanya mengatakan: Sungguh-sungguhlah dalam bertaubat, lalu mintalah. Jangan meminta banyak permintaan tapi Anda melupakan dosa-dosa anda yang memaksa Anda menundukkan kepala. Jika Anda telah berkonsentrasi memperbaiki kesalahan-kesalahan Anda di masa lalu, secara otomatis Anda akan didatangi apa-apa yang anda inginkan, seperti telah di sebutkan dalam sebuah hadis, “Orang yang lupa meminta kepada-Ku karena sibuk mengingat-Ku pasti akan Aku beri hal terbaik...


Jun 17, 2014

Beraqidah Itu Tentram

Beraqidah Itu Tentram

  Bagi umat Islam, mungkin di antara hal yang dapat menentramkan batin mereka adalah keyakinan bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah pasti melalui izin dan kehendak Allah s.w.t semata. Tiada suatu kebaikan ataupun keburukan yang mendatangi seseorang kecuali itu memang telah diatur dan dipersiapkan jauh sebelum kedatangannya, tanpa ada yang bisa menangguhkan ataupun menyegerakannya, dan tiada pula yang akan bisa menghalangi ataupun sampai perlu untuk memaksakannya. Semua ketentuan tentang kebaikan ataupun keburukan telah diukur dan tidak pernah meleset, melainkan selalu tepat menurut hikmah yang telah dikehendaki oleh Allah s.w.t. Dan setiap hikmah biasanya akan dapat diketahui ketika segala sesuatu telah berlalu. Tiada bentuk rizki yang akan pernah salah alamat, hingga misalnya ketika ia semestinya tertuju kepada seseorang namun ternyata justru sampai kepada seseorang lainnya. Demikian juga dengan perkara kerugian, yang mana tidak akan pernah sampai men...