Seorang non-Muslim bertanya kepada saya bahwa pada hadist sahih bukhari volume 5, Kitab 59, 715, siapakah yang dimaksud Nabi Muhammad dengan teman yang maha tinggi? Lalu dari hadist tersebut, dia mengatakan bahwa teman maha tinggi yang disebut Nabi Muhammad adalah Nabi Isa a.s. Dia berargumen bahwa ini menunjukkan bahwa ketuhanan Nabi Isa a.s, karena dalam hadist tersebut, Nabi Muhammad menyebutnya sebagai “teman yang maha tinggi.” Jawaban Untuk menjawabnya, sebelumnya mari kita lihat dulu redaksi dari hadist tersebut. Sebenarnya, hadist tersebut tercatat dalam beberapa tempat dalam Sahih Bukhari, di antaranya adalah: حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ يُونُسُ قَالَ الزُّهْرِيُّ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ فِي رِجَالٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَهُوَ صَحِيحٌ إِنَّهُ لَمْ يُقْبَضْ نَبِيٌّ حَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ ثُمَّ يُخَيَّرَ فَلَمَّا نَزَ...