Seorang jenius menciptakan sebuah komputer super canggih yang didalamnya disematkan sebuah algoritma yang memungkinkan sang komputer meng "upgrade" kapasitas otaknya, melengkapi dirinya bahkan membangun dirinya sendiri sehingga memiliki kemampuan mengenali penciptanya . Komputer itu menjelma menjadi sebuah pribadi (kesadaran) tersndiri sebagaimana seorang manusia sahabat bagi sang jenius. Utopia seorang programer semacam ini seringkali diolah menjadi novel dan film sains yang sangat menarik. Namun benarkah hal demikian bisa terjadi? Berikut penjelasannya. Bermula dari pernyataan seorang pakar komputer negeri ini "Dulu saya senang bermain game, tetapi ada satu pertanyaan yg tersisa datang pada malam ini. Bisakah sebuah karakter di dalam game dapat melihat penciptanya (sang programer) secara harfiah atau sebagaimana adanya?" Pertanyaan tersebut beliau jawab sendiri : Komputer hanya mengenali kode. Citra maupun gelombang suara yang masuk ke komputer melalui input dev...