Latest Posts
Showing posts with label Kisah Orang Saleh. Show all posts
Showing posts with label Kisah Orang Saleh. Show all posts

Apr 23, 2014

Mereka yang Hatinya Bergetar Karena Allah

Mereka yang Hatinya Bergetar Karena Allah

Masjid di kompleks kami punya seorang tenaga kerja harian, pak Sarip namanya. Beliau penduduk kampung sebelah yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sampah. Masjid lalu mengupah pak Sarip untuk membersihkan kamar mandi, tempat wudhu dan jalanan disekitar diluar jam kerjanya sebagai tukang sampah, biasanya beliau hadir setiap maghrib dan shubuh. Hampir setiap shubuh saya selalu bertemu dengan pak Sarip yang sedang mengepel lantai teras, menyapu jalanan, membersihkan kamar mandi dan tempat wudhu. Namun selain itu beliau adalah jamaah yang rajin, selalu ikut shalat berjamaah. Hebatnya masih sempat berganti baju yang rapi, lengkap dengan kopiah dan sarung. Setiap pengajian dan ceramah pak Sarip juga hadir, kadang-kadang ikut mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang sering mengundang tawa, jauh dari kedalaman intelektual. Tidak jarang pula ketika tiba saatnya waktu shalat dan kebetulan tidak ada orang yang adzan, pak Sarip-lah yang melantunkan adzan, dan lagi-lagi dengan lafadz yang tidak ...


Apr 2, 2014

Kisah Abu Qilabah: Orang Saleh yang Buta dan Lumpuh

Kisah Abu Qilabah: Orang Saleh yang Buta dan Lumpuh

Abu Ibrahim bercerita: Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang… Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat.. Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut: الحَمْدُ لله الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً .. الحَمْدُ للهِ الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَق تَفْضِيْلاً .. Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh… ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsi… kedua tangannya buntung… matanya buta… dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinya… Kuperhatik...


Jan 20, 2014

Kisah Seorang Anak Shaleh yang Cacat dan Ayahnya

Kisah Seorang Anak Shaleh yang Cacat dan Ayahnya

Belum sampai 30 tahun usiaku ketika istriku melahirkan anak pertamaku. Masih aku ingat malam itu, dimana aku menghabiskan malam bersama dengan teman-temanku hingga akhir malam, dimana waktu semalaman aku isi dengan ghibah dan komentar-komentar yang haram. Akulah yang paling banyak membuat mereka tertawa, membicarakan aib manusia, dan mereka pun tertawa.Aku ingat malam itu, dimana aku membuat mereka banyak tertawa. Aku punya bakat luar biasa untuk membuat mereka tertawa. Aku bisa mengubah nada suara hingga menyeruapi orang yang aku tertawakan. Aku menertawakan ini dan itu, hingga tidak ada seorangpun yang selamat dari tertawaanku walaupun ia adalah para sahabatku. Hingga akhirnya sebagian dari mereka menjauhiku agar selamat dari lisanku.Aku ingat pada malam itu aku mengejek seorang yang buta, yang aku melihatnya sedang mengemis di pasar. Lebih buruk lagi, aku meletakkan kakiku di depannya untuk mendorongnya hingga ia goyah dan jatuh, hingga dia berpaling dengan kepalanya d...


Jan 10, 2014

Kisah Talut dan Daud Melawan Jalut (Saul dan David Melawan Goliath dalam Bible)

Kisah Talut dan Daud Melawan Jalut (Saul dan David Melawan Goliath dalam Bible)

Kisah Talut dan Jalut bermula ketika Bani Israil mengalami masa suram nan gelap. Pasca Nabi Musa wafat, kondisi agama mereka makin lama makin terkikis. Padahal saat Yusya bin Nun (Yosua), pengikut setia Musa, memimpin mereka, tanah Palestina dapat dengan mudah direbut. Namun Yusya pun menemui ajal mengakhiri tugasnya menjalankan amanah Musa. Sejak itulah Bani Israil dilanda kegalauan dan keterpurukan. Sekian lama tak ada nabi diutus, mereka terlunta-lunta bagai domba tanpa pengembala. Di tengah kekosongan kepemimpinan, masyarakat Israil mulai melupakan agama. Mereka melakukan banyak dosa bahkan membunuh para nabi yang semestinya diharapkan memimpin mereka. Kondisi mereka berubah menjadi masyarakat kafir, zalim dan durhaka. Allah pun murka sehingga mencabut kekuasaan mereka. Bani Israil diusir, tabut pun dirampas oleh musuh mereka. Sebuah kaum yang kuat dan kejam bernama Amaliqah atau sebagian menyebut Balthata, terus saja menyerang Bani Israil. Kaum tersebu menahan para p...


Dec 24, 2013

Kisah Uzair yang Tertidur Selama 100 Tahun: Bukti Kekuasaan Allah

Kisah Uzair yang Tertidur Selama 100 Tahun: Bukti Kekuasaan Allah

Kisah ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 259 yang berbunyi sebagai berikut:  " Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghi...


Sep 13, 2013

Kisah Pemuda yang Meninggal Karena Takut Masuk Neraka

Kisah Pemuda yang Meninggal Karena Takut Masuk Neraka

Ada seorang pemuda bernama Dinar. Dinar punya ibu yang saleh. Ibunya selalu menasihatinya agar Dinar bertaubat dari dosanya, tapi meskipun sudah sering dinasihati, kata-katanya tidak membuat Dinar berubah. Hingga pada suatu hari ketika Dinar berjalan melintasi kuburan, dia berhenti dan memungut sebuah tulang. Dia terkejut karena melihat tulang itu hancur dalam genggamannya. Hal itu sangat mempengaruhi hati Dinar, dia mulai mengingat masa lalu dan dosa-dosanya, kemudian dia menangis “Celakalah kau Dinar! Kau akan seperti tulang yang hancur ini dan jasadmu akan menjadi tanah.” Jadi dia memutuskan untuk bertaubat. Sambil menengadahkan kepalanya ke langit, dia berkata “Tuhanku, aku sekarang mendekat kepada-Mu dengan sebenar-benar ketundukan, jadi terimalah aku dan ampuni aku.” Dengan keadaan hati dan pikiran yang sepenuhnya berubah, Dinar pulang ke rumahnya dan berkata kepada ibunya “Wahai ibu, apa yang akan dilakukan seorang tuan kepada budaknya yang melarikan diri?” Ibunya berkata “Untuk...


Sep 10, 2013

Kisah Indah Pernikahan Orangtua Abu Hanifah

Kisah Indah Pernikahan Orangtua Abu Hanifah

Seorang lelaki yang shaleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah, membuat air liur Tsabit keluar apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berfikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu, akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar meminta dihalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, “Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadam yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebunnya.” Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Di mana rumah pemiliknya? Ak...


Hampir Mati Syahid Ketika Shalat

Pada suatu ketika, Rasulullah S.A.W. dan para sahabat sedang dalam perjalanan untuk berperang. Ketika hari sudah malam, mereka memutuskan untuk berkemah. Kemah pun disiapkan, kemudian Rasulullah S.A.W. bertanya kepada para sahabatnya “Siapa yang berjaga-jaga untuk malam ini?” Dua orang sahabat berkata “Ya Rasulullah, kami akan mengambil tanggung jawab ribat (menjaga para pasukan ketika malam).” Semua pasukan pun pulas tertidur kecuali dua orang yang berjaga tadi. Salah seorang dari mereka berkata kepada teman satunya “Daripada menyia-nyiakan malam ini, dan perjalanan kita masih jauh, lebih baik kita jaga secara bergantian. Kau tidur setengah malam, dan aku tidur setengah malam juga.” Mereka berdua pun setuju. Salah satu dari mereka berbaring untuk tidur. Sahabat yang sedang berjaga melihat-lihat di sekelilingnya, dan tidak ada siapapun malam itu. Dia berpikir “daripada menghabiskan waktu, lebih baik kugunakan untuk shalat Tahajjud?” Dan ketika dia shalat, musuh datang. Mereka tidak me...


Aug 21, 2013

Kisah Siti Hajar dan Terciptanya Kota Mekkah

Hajar adalah istri kedua Ibrahim A.S. setelah Sarah A.S. Hajar adalah budak dari Sarah. Sarah A.S. memberikannya untuk dinikahi suaminya (Ibrahim A.S.), karena Sarah A.S. tidak bisa mempunyai anak lagi karena sudah terlalu tua. Dan Allah merahmati mereka dengan seorang anak dari Hajar A.S. yang dinamakan Ismail A.S. Di kemudian hari Ismail dijadikan Allah sebagai seorang nabi. Ismail adalah anak satu-satunya Ibrahim yang lahir ketika Ibrahim A.S. sudah berumur lebih dari 80 tahun. Allah memberikannya anak setelah sekian lama dia merindukannya Tiba-tiba pada suatu hari Ibrahim A.S. menerima perintah bahwa dia harus membawa Hajar A.S. (istrinya) dan Ismail A.S. yang baru lahir, ke suatu gurun pasir, yang sekarang kita ketahui sebagai kota Mekkah. Pada masa itu tidak ada apapun disana, di sana tidak ada orang sama sekali, gurun itu benar-benar kosong. Dia diperintahkan untuk meninggalkan mereka berdua di sana. Jadi dia berjalan ke tempat itu dan Hajar A.S. tidak tahu apa-apa, yang dia tah...


Jul 19, 2013

Kisah Seorang Pemuda yang Dimaafkan Meskipun Telah Membunuh

Pada masa Umar bin Khatab R.A., ada dua orang pria yang menyeret seorang pemuda ke dalam ruang pengadilan. Jadi Umar bin Khatab R.A. bertanya “Ada apa ini? Kenapa kau menyeretnya ke dalam ruang pengadilan?” Mereka berkata “Anak ini telah membunuh ayah kami.” Umar bin Khatab bertanya kepadanya “Apakah kau benar-benar membunuh ayah mereka?” Anak itu berkata “Ya, aku memang membunuh ayah mereka, tapi secara tidak sengaja. Untaku suka menginjak-injak barang mereka. Jadi pada suatu hari, ayah mereka mengambil batu dan menimpuk untaku dengan sebuah batu. Aku marah karena melihat untaku kesakitan, jadi aku mengambil sebuah batu dan menimpuk ayah mereka dengannya. Batu itu mengenai kepalanya dan dia meninggal.” Jadi Umar bin Khatab R.A. bertanya kepada dua bersaudara itu “Akankah kalian memaafkan pemuda ini karena ketidaksengajaannya?” Mereka berkata “Tidak, kami ingin pembalasan (Qisas).” Jadi Umar bin Khatab R.A. bertanya kepada pemuda itu “Apakah kau punya keinginan terakhir?” Anak muda itu...