Latest Posts
Showing posts with label Pertanyaan. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan. Show all posts

Aug 5, 2014

Kenapa Setan Dibakar di Neraka Padahal Dia Terbuat dari Api?

Kenapa Setan Dibakar di Neraka Padahal Dia Terbuat dari Api?

Dijawab oleh Ustadz Sigit Pranowo dari eramuslim Pertanyaan Jika iblis diciptakan dari api, lalu mengapa dia juga ditempatkan di neraka yang terbuat dari api yang panas? Kalau begitu, apakah iblis tidak akan merasakan panasnya api neraka? Jawaban Telah diketahui bahwa Allah swt menciptakan iblis dan jin dari api, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya yang menceritakan tentang iblis: “ Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah ” (QS. Al A’raf : 12) “ Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. ” (QS. Al Hijr : 27) Telah diketahui bahwa Allah swt akan mengadzab iblis dan orang-orang yang bersamanya dengan api neraka, sebagaimana firman-Nya : “ Sesungguhnya aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuan...


Apr 19, 2014

Katanya Allah Maha Penyayang, Kenapa Dia Menciptakan Neraka untuk Mengazab Manusia?

Katanya Allah Maha Penyayang, Kenapa Dia Menciptakan Neraka untuk Mengazab Manusia?

Mayoritas penganut agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Muslim beriman pada hari kiamat serta surga dan neraka. Tidak seperti penganut agama Buddha dan Hindu, yang percaya bahwa orang-orang mati akan bereinkarnasi kepada kehidupan yang lebih baik atau lebih buruk tergantung pada amalnya di kehidupan sebelumnya, umat agama samawi percaya bahwa hanya ada dua kehidupan. Yang pertama, kehidupan di dunia, dan yang kedua, kehidupan setelah kematian dimana seseorang dibangkitkan dari kuburnya dan diadili Allah pada hari kiamat berdasarkan amalannya. Rahmat vs. Azab Jadi, pada umumnya, manusia percaya tentang adanya rahmat Tuhan dan azab Tuhan dalam berbagai agama, tapi pemahaman setiap orang berbeda-beda. Dalam Islam, sama seperti Yudaisme dan Kekristenan, Tuhan bersifat Maha Adil. Kasih sayang-Nya melebihi murka-Nya. Tapi mungkin ada yang bertanya, “Kenapa Tuhan memberikan azab kepada manusia padahal dia adalah Tuhan yang Penyayang?” Jawabannya tergantung apakah kita beriman pada Allah a...


Apr 18, 2014

Kenapa Nabi Khidir Tidak Termasuk 25 Nabi?

Kenapa Nabi Khidir Tidak Termasuk 25 Nabi?

Bismillah, Washshaltu Wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du. Daftar 25 orang nabi dan rasul itu sebenarnya hanyalah mereka yang secara jelas namanya tercantum di dalam Al-Qur'an dan jelas-jelas disebutkan sebagai nabi. Sedangkan nama Khidir tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Quran. Bahkan di ayat itu sama sekali tidak ada keterangan yang jelas tentang statusnya sebagai nabi atau bukan. Selain itu juga banyak tokoh baik yang namanya disebut dalam secara eksplist dalam Al-Quran, namun bukan termasuk nabi. Misalnya Zul-Qarnain (Al-Kahfi: 83,86,94), Thalut (Al-Baqarah: 247,249), Luqman Al-Hakim (Luqman: 12,13), Imran (Ali Imran: 33,35, 66), Maryam binti Imran yang disebutkan tidak kurang dari 31 kali dan lainnya. Ayat Al-Quran yang berkisah tentang Nabi Musa a.s. bertemu dengan Khidhir hanya menyebutkan Khidhir sebagai seorang 'hamba dari hamba-hamba kami'. Sama sekali ayat itu tidak menyebut nama dan juga jabatan kenabian baginya. Silahkan simak b...


Apr 16, 2014

Apakah Seseorang yang Bunuh Diri Sudah Ditakdirkan Allah?

Apakah Seseorang yang Bunuh Diri Sudah Ditakdirkan Allah?

Artikel ini masih berhubungan dengan artikel sebelumnya yang berjudul  Apakah Orang yang Masuk Neraka Sudah Ditakdirkan Allah? Sebaiknya bacalah dahulu artikel sebelumnya itu sebelum membaca artikel ini untuk menambah wawasan kita. Berikut ini adalah pertanyaan yang dilontarkan seorang penanya pada situs eramuslim.com dan jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo. Pertanyaan: 1- Apakah makna takdir dan nasib sama? 2- Apakah bunuh diri, meninggal dalam kecelakaan, dan meninggal saat Jihad termasuk kedalam Takdir Allah s.w.t? Jawaban: Perbedaan Takdir dan Nasib Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasib diartikan dengan sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; misalnya, nasib membawanya terhempas di Jakarta. Nasib baik (nasib mujur) adalah keberuntungan, misalnya ; ia selalu memperoleh nasib baik di usahanya. Nasib buruk adalah kemalangan, misalnya; nasib buruk telah menimpa keluarganya. Kata nasib sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti  al hazzhu min ku...


Nov 7, 2013

Kenapa Umat Muslim Bershalawat Kepada Nabi Muhammad?

Kenapa Umat Muslim Bershalawat Kepada Nabi Muhammad?

Sebagian non-Muslim seringkali memberikan tuduhan bahwa umat Muslim bershalawat kepada Nabi Muhammad menandakan Nabi Muhammad belum selamat, tentunya itu hanya tuduhan atas ketidak mengertian mereka saja. Marilah kita ketahui terlebih dahulu arti dari shalawat itu, Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan. Perintah shalawat tertulis dalam firman Allah Al-Qur'an : إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab' 33:56) Jika dilihat, shalawat itu memang hampir mirip seperti doa, tapi sesungguhnya tidak bermakna seperti doa kita pada umumnya. Bershalawat dari Allah berarti memberi rahmat: Maksud malaikat bershalawat kepada Nabi yaitu malaikat turut memohon ampunan kepada Allah. Sedang...


Kenapa Umat Islam Shalat Menghadap Ka'bah?

Kenapa Umat Islam Shalat Menghadap Ka'bah?

Menanggapi pertanyaan, mungkin sebagian kita bingung. Namun, Dr. Zakir Naik—seorang ulama terkenal dari India yang dikenal cerdas dan ahli dalam ilmu perbandingan agama—menjawabnya dengan lugas, cerdas, dan ilmiah. Berikut adalah jawaban beliau yang diambil dari buku "Mereka Bertanya, Islam Menjawab: Kumpulan Pertanyaan Mengganjal tentang Islam yang Sering Diajukan Orang Awam dan Non-Muslim" "Ka'bah adalah kiblat, yaitu arah kaum muslimin menghadap dalam shalat mereka. Perlu dicatat bahwa walaupun kaum muslimin menghadap Ka'bah dalam salat, mereka tidak menyembah Ka'bah. Kaum muslimin hanya menyembah dan bersujud kepada Allah. Ketika mereka melakukan thawaf di Ka'bah atau mencium Hajar Aswad, itu semua dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Allah-lah yang memerintahkan mereka untuk menyembah-Nya dengan cara seperti itu. Disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 144:   'Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka s...


Sep 30, 2013

Kenapa Fatimah tidak Boleh Dipoligami oleh Ali bin Abu Thalib?

Kenapa Fatimah tidak Boleh Dipoligami oleh Ali bin Abu Thalib?

Seorang Kristen Berargumen: Mari kita lihat pendapat putrinya nabi muhammad, fatimah ketika hendak dipoligami sama Ali bin Abi Thalib, Ali bin Abi Thali berniat menikahi putri Abu Jahal. Ali bin Abi Thalib meminta izin kepada istrinya. mendengar berita itu, Fatimah marah dan melaporkannya kepada ayahanda, Muhammad. Seketika Muhammad marah besar. Para sahabat bersaksi bahwa mereka tidak pernah melihat muhammad semarah itu. Muhammad berkata kepada putrinya, “engkau adalah putriku. siapa yang membuatmu marah, berarti membuatku marah juga.” Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadist Almiswar bin Makhromah berkata : “Ali melamar putri Abu Jahal, lalu Fatimah mendengarnya lantas ia menemui Rasul Saw berkatalah Fatimah : kaummu meyakini bahwa engkau tidak pernah marah karena putrimu; Ali menikahi putri Abu Jahal, maka berdirilah Rasulullah Saw dan saya mendengar ketika dia membaca dua kalimat syahadat lalu berkata : aku menikahkan anakku dengan Abul As bin Robi’ dan diatidak ...


Sep 19, 2013

Mengapa dalam Al-Qur'an Dikatakan Bahwa Allah Menyesatkan Manusia?

Mengapa dalam Al-Qur'an Dikatakan Bahwa Allah Menyesatkan Manusia?

Ini juga merupakan pertanyaan yang sering diajukan oleh pihak non-Muslim yang tidak memahami konsep Islam soal kesesatan manusia. Al-Qur’an jelas menyatakan bahwa setiap kesesatan yang terjadi memang merupakan kehendak-Nya, dan apabila Dia berkehendak untuk menyesatkan manusia, tidak ada sesuatupun yang sanggup untuk menyelamatkan manusia tersebut :  Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. ‪(An-Nahl: 93)  Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. ‪(Ibrahim: 4)  dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk. ‪(Ghaafir: 33)‪  dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak...