Latest Posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

Jun 21, 2014

Pandangan Pria dan Perangkap Setan

Pandangan Pria dan Perangkap Setan

Oleh: sucipto@rumahzakat.org || Blog: http://target-j08.blogspot.com Di penghujung zaman yang semakin sepi ini, perangkap-perangkap setan kian canggih dan modern. Ujian dan godaan para pengikut shirathal mustaqiim kian mengepung, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Harta, tahta, dan wanita adalah godaan yang mengggiurkan itu. Mungkin banyak diantara orang-orang shaleh atau para penggerak dakwah tidak bergeming dengan jebakan harta dan kekuasaan akan tetapi bisa jadi mereka tidak tahan dan akhirnya tergelincir dengan provokasi keindahan wanita atau pun sebaliknya. Maka bersyukurlah kaum Adam yang bisa lolos dari tiga jenis godaan yang mematikan ini. Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan ( ammaratun bissu’ ). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, term...


Jun 20, 2014

Isilah Waktu Kita Sehari-hari Dengan Hal-hal Bermanfaat

Isilah Waktu Kita Sehari-hari Dengan Hal-hal Bermanfaat

Oleh Bobby Herwibowo Apakah Anda pernah merasa jengkel terhadap rekanan atau bawahan yang tidak menyelesaikan pekerjaannya karena dalih sibuk banyak kerjaan?! Banyak orang yang beralasan bahwa ia memiliki setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan, namun saat ditanya out-put apa yang sudah ia lakukan, maka hasilnya pun nihil. Tidak sedikit Anda menjumpai dalam rutinitas harian sejumlah manusia yang mengaku sibuk namun hasil yang mereka keluarkan bukanlah hal bernilai. Betul mereka masuk kerja atau mengerjakan tugas, namun bila Anda menugaskan pekerjaan kepada mereka maka selalu saja telat karena alasan sibuk dengan pekerjaan yang tak terpegang. Lalu pertanyaan yang muncul adalah, “Apa benar ada manusia yang sibuk?!” Boleh jadi masalah sebenarnya yang dihadapi adalah bahwa orang-orang seperti itu tidak mau mengatur waktu yang mereka miliki seoptimal mungkin. Masing-masing manusia mendapatkan jatah waktu yang sama dari Allah S.w.t sebanyak 24 jam. Namun ada manusia yang mampu berbuat ban...


Jun 19, 2014

Tersembunyi dari Pengetahuan Manusia

Tersembunyi dari Pengetahuan Manusia

Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup. Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir. Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ‘kopi gula pasir’, melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti. Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan peranny...


Jun 17, 2014

Beraqidah Itu Tentram

Beraqidah Itu Tentram

  Bagi umat Islam, mungkin di antara hal yang dapat menentramkan batin mereka adalah keyakinan bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah pasti melalui izin dan kehendak Allah s.w.t semata. Tiada suatu kebaikan ataupun keburukan yang mendatangi seseorang kecuali itu memang telah diatur dan dipersiapkan jauh sebelum kedatangannya, tanpa ada yang bisa menangguhkan ataupun menyegerakannya, dan tiada pula yang akan bisa menghalangi ataupun sampai perlu untuk memaksakannya. Semua ketentuan tentang kebaikan ataupun keburukan telah diukur dan tidak pernah meleset, melainkan selalu tepat menurut hikmah yang telah dikehendaki oleh Allah s.w.t. Dan setiap hikmah biasanya akan dapat diketahui ketika segala sesuatu telah berlalu. Tiada bentuk rizki yang akan pernah salah alamat, hingga misalnya ketika ia semestinya tertuju kepada seseorang namun ternyata justru sampai kepada seseorang lainnya. Demikian juga dengan perkara kerugian, yang mana tidak akan pernah sampai men...


Berpulang Kepada Allah dengan Gelar Terbaik

Berpulang Kepada Allah dengan Gelar Terbaik

Mungkin selama ini gelar yang melekat pada diri kita membuat kita menjadi sombong. Mungkin selama ini jabatan yang kita miliki membuat kita merendahkan manusia yang lain, kita merasa menjadi orang yang paling mulia, selalu ingin dihormati, dan merasa bahwa orang lain tak “selevel” dengan kita, hanya karena gelar juga jabatan yang saat ini kita miliki. Tapi ingatlah, semua itu tiada berguna dihadapan Allah. Justru, orang-orang yang menyombongkan dirinya dihadapan manusia lain, akan Allah beri dia peringatan di yaumil’akhir dengan siksaan yang pedih. "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Qs. Luqman:18) Lihatlah lagi kedalam diri kita, jangan-jangan selama ini kita berjalan di atas bumi Allah, dengan menyombongkan diri. Berkacalah kembali pada jiwa kita, mungkin saja selama ini kita terlalu sering...


Jun 8, 2014

Gaya Hidup Hedonis di Kalangan Umat Islam

Gaya Hidup Hedonis di Kalangan Umat Islam

Oleh Abdul Manan, S. Ag/ Ketua MUI Kecamatan dan Guru SMA di Kabupaten Banyuasin Kondisi dunia yang semakin mengglobal. Perembesan budaya antar bangsa di dunia tidak terelakkan lagi. Termasuk di dalamnya ideologi dan gaya hidup manusia yang sudah tidak dapat dibedakan lagi antara suatu bangsa dengan bangsa lain dan pemeluk suatu agama dengan pemeluk agama lain. Hal ini merupakan bukti bahwa telah terjadi pergeseran gaya hidup umat manusia yang semula berorientasi pada masalah diniyyah , ideologis menjadi madiyyah , bendawi, hedonis dan sekuler. Standar kesuksesan seseorang di zaman ini, kebanyakan diukur dengan seberapa banyak seseorang menguasai harta kekayaan dengan tanpa melihat asal-muasal harta tersebut didapat. Standar halal atau haram seolah bukan merupakan masalah utama. Sebuah ungkapan yang sering terdengar adalah, “mencari yang haram saja susah apalagi yang halal”, walaupun disampaikan dengan nada bercanda, akan tetapi paling tidak hal tersebut merupakan cermin perilaku hedon...