“Pemuda yang tidak punya ruhul jihad, matinya lebih baik daripada hidupnya.” (Musthafa Kamil, pemikir Mesir) Bayangkan jika anda punya segudang harapan, tapi tiba-tiba harapan itu buyar dan lenyap entah kemana. Atau, anda punya impian yang begitu indah, tapi kemudian tak pernah menjadi kenyataan. Menyakitkan bukan? Nah, realitas seperti inilah yang kini harus diterima anak-anak Palestina. Betapa pun getirnya keadaan itu, toh akhirnya memang harus ditelan. Karena hidup memang tak selamanya bisa memilih. Mohammad ad-Durra, bocah Palestina berusia 12 tahun, harus meregang nyawa ditembus peluru serdadu Yahudi Israel pada 30 September 2000 silam saat terjadi bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Muslim di Netzarim, Jalur Gaza. Kalau anda rajin baca berita, pasti bisa mendapatkan foto “ekslusif” yang diabadikan oleh dua wartawan Palestina yang bekerja untuk TV Prancis. Foto tersebut seolah “berbicara” dan menjelaskan bagaimana biadabnya serdadu Israel ketika membantai Mohammad ad...