Latest Posts

May 5, 2014

Perang Salib Ketiga Menghadapi Shalahudin Al-Ayyubi

Perang Salib Ketiga Menghadapi Shalahudin Al-Ayyubi

Perang Memperebutkan Yerussalem Palestina Perang Salib Ketiga (1189–1192), juga dikenal sebagai Perang Salib Para Raja, adalah sebuah perang yang dikobarkan para pemimpin Eropa untuk mendapatkan kembali Tanah Suci dari tangan Shalahudin Al-Ayyubi dalam rangkaian Perang Salib. Setelah Perang Salib Kedua, dinasti Zengid yang berhasil mengontrol Suriah terlibat dalam konflik dengan Mesir pimpinan dinasti Fatimiyah, yang berakhir dengan bersatunya Mesir dan Suriah di bawah pimpinan Shalahudin Al-Ayyubi. Shalahudin Al-Ayyubi kemudian menggunakan kekuatannya untuk menaklukan Yerusalem pada tahun 1187. Serangan salib ketiga ini dipimpin oleh tokoh-tokoh Eropa yang paling terkenal: Friedrich I Barbarosa dari Jerman, Richard I Lionheart dari Inggris dan Phillip II dari Perancis. Namun di antara mereka ini sendiri terjadi perselisihan dan persaingan yang tidak sehat, sehingga Friedrich mati tenggelam, Richard tertawan (akhirnya dibebaskan setelah memberi tebusan yang mahal), sedang Phillip ...


Comment: No comments:

Perang Salib Kedua Merebut Lisbon Dan Kekalahan Dari Salahuddin Al Ayyubi

Perang Salib Kedua Merebut Lisbon Dan Kekalahan Dari Salahuddin Al Ayyubi

Perang Menyebarluaskan Agama Kristen Dan Merebut Wilayah Perang Salib Kedua (1145–1149) adalah Perang Salib kedua yang dilancarkan dari Eropa. Perang ini terjadi akibat jatuhnya County Edessa pada tahun sebelumnya. Edessa adalah negara-negara Tentara Salib yang pertama kali didirikan selama Perang Salib Pertama (1095–1099), dan juga negara yang pertama kali runtuh. Perang Salib Kedua diumumkan oleh Paus Eugenius III, dan merupakan Perang Salib pertama yang dipimpin oleh raja-raja Eropa, seperti Louis VII dari Perancis dan Conrad III dari Jerman, dengan bantuan dari bangsawan-bangsawan Eropa penting lainnya. Pasukan-pasukan kedua raja tersebut bergerak menyeberangi Eropa secara terpisah dan sedikit terhalang oleh kaisar Bizantium, Manuel I Comnenus; setelah melewati teritori Bizantium ke dalam Anatolia, pasukan-pasukan kedua raja tersebut dapat ditaklukan oleh bangsa Seljuk. Louis, Conrad, dan sisa dari pasukannya berhasil mencapai Yerusalem dan melakukan serangan yang "keliru...


Comment: No comments:

May 4, 2014

Awal Mula Perang Salib

Awal Mula Perang Salib

Perang Salib Pertama Perang ini dilancarkan pada 1095 oleh Paus Urban II untuk merebut serta membebaskan tanah kota suci Yerusalem yang juga merupakan tanah suci bagi umat Kristen dari umat Muslim yang pada saat itu terdapat perkembangan dan banyak kunjungan yang dilakukan oleh terutama para pedagang juga ulama muslim kaum seljuk Turki. perang salib pertama adalah tidak lebih dari suara - suara yang dilebih - lebihkan dari para ulama kristen yang diakibatkan oleh gangguan yang dilakukan oleh segelintir pedagang kaum seljuk Turki juga bukan mengatasnamakan agama yang dilakukan pada jalur perdagangan kaum kristiani. Keberangkatan atau migrasi dari pasukan salib pertama ini berubah dari misi atau tugas yang diberikan yaitu untuk melindungi dan merekonsiliasi antara tiga umat beragama disana menjadi sebuah usaha penaklukan,pembantaian terhadap umat non kristen dan yahudi serta penguasaan keseluruhan wilayah yerusalem. Baik ksatria dan orang awam dari banyak negara di Eropa Barat, denga...


Comment: No comments:

Sejarah Perang Salib

Sejarah Perang Salib

Perang Salib adalah kumpulan gelombang dari pertikaian agama bersenjata yang dimulai oleh kaum Kristiani pada periode 1095 – 1291; biasanya direstui oleh Paus atas nama Agama Kristen, dengan tujuan untuk menguasai kembali Yerusalem dan “Tanah Suci” dari kekuasaan Muslim dan awalnya diluncurkan sebagai respon atas permohonan dari Kekaisaran Byzantium yang beragama Kristen Ortodox Timur untuk melawan ekspansi dari Dinasti Seljuk yang beragama Islam ke Anatolia. Istilah Perang Salib ini juga digunakan untuk ekspedisi-ekspedisi kecil yang terjadi selama abad ke 16 di wilayah di luar Benua Eropa, biasanya terhadap kaum pagan dan kaum non-Kristiani untuk alasan campuran antara agama, ekonomi dan politik. Skema penomoran tradisional atas Perang Salib memasukkan 9 ekspedisi besar ke Tanah Suci selama Abad ke 11 sampai dengan Abad ke 13. “Perang Salib” lainnya yang tidak bernomor berlanjut hingga Abad ke 16 dan berakhir ketika iklim politik dan agama di Eropa berubah secara signifikan selama...


Comment: No comments:

May 1, 2014

Penciptaan Alam Semesta

Manusia dan Alam Semesta Sepanjang zaman manusia selalu ingin tahu bagaimana alam semesta tak bertepi ini berawal, kemana ia menuju bagaimana hukum yang menjaga tatanan dan keseimbangannya bekerja. Selama ratusan tahun para ilmuwan dan pemikir telah melakukan banyak penelitian tentang hal ini dan memunculkan sedikit sekali teori. Gagasan yang umum di abad ke XIX adalah alam semesta merupakan kumpulan materi dengan ukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain menetapkan dasar berpijak bagi faham materialis, pandangan ini menolak keberadaan pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta adalah tidak berawal dan tidak berakhir, penganut faham materialis adalah Karl Maks, Vladimir I. Lenin, Friedrich Engels, Leon Trotsky dll. Materialisme adalah faham yang meyakini materi sebagai satu satunya keberadaan mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani kuno dan mendapat penerimaan yang luas pada abad ke XIX, faham in...


Gaya Bahasa Al-Quran

Al-Qur'an dibuat oleh Penciptanya bertujuan agar bisa dibaca, dimengerti, dipahami, dijadikan pedoman hidup bagi manusia. Isinya berkisar tentang bagaimana eksistensi Yang Menciptakan, bagaimana cara berhubungan dengan Yang Menciptakan, apa yang harus diucapkan dan dilakukan dalam berhubungan dengan Yang Menciptakan, berisi peraturan mana yang boleh mana yang tidak boleh dikerjakan sesuai keinginan Yang Menciptakan, apa saja janji dan ancaman kalau melanggarnya, cerita tentang contoh-contoh orang-orang yang melakukan keta'atan dan pelanggaran untuk dijadikan pelajaran. 'Sang Penulis' Al-Qur'an tentunya menginginkan si pembacanya lalu memang membaca, mengerti dan mengikuti apa-apa yang tercantum di dalam Al-Qur'an tersebut. Terdapat beragam tingkatan dan variasi dari orang-orang dituju oleh Sang Pencipta Al-Qur'an ini, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki dan perempuan, dari bermacam status sosial, mulai dari pembantu rumah-tangga sampai boss kongl...